NEWS

Korlantas Gunakan Teknologi Ddigital dalam Rekayasa Arus Mudik

Kakorlantas Polri Irjen Pol. Agus Suryonugroho di Jakarta, Minggu (1/3/2026). ANTARA/HO-Korlantas Polri
Kakorlantas Polri Irjen Pol. Agus Suryonugroho di Jakarta, Minggu (1/3/2026). ANTARA/HO-Korlantas Polri
BAKAWAL, JAKARTA - Korps Lalu Lintas (Korlantas) Polri mematangkan skema rekayasa lalu lintas di jalan tol saat arus mudik Idul Fitri 1447 Hijriah/2026 Masehi, yang didukung teknologi digital guna memastikan kelancaran perjalanan masyarakat.

Kepala Korlantas Polri Irjen Pol. Agus Suryonugroho menyebut dalam keterangannya yang diterima di Jakarta, Minggu, menegaskan kesiapannya dalam mengelola arus lalu lintas di jalan tol saat puncak arus mudik dan arus balik.

"Korlantas Polri menggunakan teknologi digital saat akan melakukan manajemen rekayasa lalu lintas, baik alih arus, baik penjagaan, hingga contraflow, one way nasional dan seterusnya," kata Agus.

Jenderal polisi bintang dua itu menjelaskan, penerapan contraflow saat arus mudik dan balik dilakukan berdasarkan parameter tertentu guna memastikan kebijakan tersebut tepat sasaran dan efektif memperlancar arus kendaraan.

"Rekayasa lalu lintas contraflow inipun juga ada parameter-parameter bagaimana kami mengeksekusi, sehingga kami bisa memperlancar perjalanan para pemudik, dan termasuk arus mudik," ujarnya.

Menurut dia, salah satu parameter yang digunakan adalah jumlah kendaraan per jam yang terpantau melalui radar dan sistem traffic counting.

Parameter ini, lanjut dia, terlihat dari radar, bila satu jam berturut-turut jumlah kendaraan 4.500 hingga 5.000 dalam satu jam, maka diberlakukan contraflow lajur 1.

"Demikian juga apabila sudah 6.400, ini juga akan kami melakukan contraflow lajur 2," terangnya.
Selain itu, kebijakan one way nasional maupun one way sepenggal juga akan diterapkan berdasarkan pembaruan data pemantauan lalu lintas secara real time.

"Kami akan melakukan one way nasional atau one way sepenggal di wilayah one way nasional. Tentunya update terakhir dari teknologi pemantau arus lalu lintas, baik itu melalui drone presisi, juga radar yang ada di Jasa Marga," katanya.

Sementara itu, pihaknya juga sudah menyiapkan skema apabila traffic counting menunjukkan angka yang sangat tinggi dan contraflow dua lajur telah diterapkan, maka opsi one way nasional akan diberlakukan.

Dia menekankan apabila traffic counting sudah cukup tinggi, termasuk contraflow 2 lajur, akan dibuka one way nasional.

"Itulah cara-cara Korlantas hadir bekerja menggunakan teknologi dan update traffic counting, termasuk flow di bidang lintas akan kami hitung dengan cara-cara teknologi," terangnya.

Agus menegaskan, Korlantas Polri tidak hanya memberikan imbauan, tetapi bekerja berbasis sistem data dan teknologi secara real time untuk menjamin kelancaran, dan keamanan masyarakat selama periode mudik.

"Tentunya Korlantas Polri bukan hanya mengimbau, tetapi hasil dari sistem yang kami bangun berbasis data dan teknologi yang real time agar mudik balik itu lancar," katannya.

"Negara hadir untuk memastikan aman di bidang kriminalitas, lancar di bidang arus lalu lintas," kata Agus menambahkan.